Irama Jiwa – Dalam dunia perfilman, soundtrack memiliki fungsi lebih dari sekadar latar musik. Kehadiran lagu yang tepat mampu memperkuat emosi, menambah kedalaman cerita, hingga membuat adegan tertentu terasa lebih ikonik. Tidak jarang, sebuah film justru dikenang karena musiknya yang membekas di ingatan penonton. Tahun 2025 menjadi saksi lahirnya sejumlah soundtrack film Indonesia yang bukan hanya mengiringi cerita, tetapi juga berhasil menembus ranah populer di luar layar. Lagu-lagu ini viral di berbagai platform digital, menjadi bahan perbincangan publik, hingga masuk dalam daftar putar favorit di radio dan layanan streaming musik.
Film animasi Jumbo yang menjadi fenomena box office Indonesia, tidak hanya dikenal karena ceritanya yang menyentuh, tetapi juga karena menghadirkan soundtrack emosional berjudul “Selalu Ada di Nadimu”. Lagu ini dinyanyikan oleh Bunga Citra Lestari, sekaligus memiliki versi lain yang dibawakan oleh Prince Poetiray dan Quinn Salman.
Liriknya menceritakan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, menjadikan lagu ini begitu mengena di hati banyak orang. Bahkan, tidak sedikit penonton yang mengaku meneteskan air mata ketika lagu ini mengiringi momen dramatis dalam film. Keberhasilan lagu ini bisa dilihat dari beberapa hal berikut:
Baca Juga : Momen Bersejarah BLACKPINK di Wembley Stadium Bersama Spice Girls
Selain “Selalu Ada di Nadimu”, film Jumbo juga menghidupkan kembali lagu lawas berjudul “Kumpul Bocah”. Lagu ini awalnya dirilis tahun 1986 oleh Dodo Zakaria, namun mendapatkan aransemen baru melalui MALIQ & D’Essentials. Hasilnya, lagu ini kembali populer dan banyak diputar di kafe, radio, hingga media sosial.
Kebangkitan lagu ini menunjukkan bagaimana karya musik bisa bertahan lintas generasi jika dikemas dengan cara yang segar. Beberapa faktor yang membuatnya kembali viral antara lain:
Film bergenre fiksi ilmiah romantis, Sore: Istri dari Masa Depan, menghadirkan lagu tema berjudul “Terbuang dalam Waktu” yang dibawakan oleh Barasuara. Dengan aransemen megah dan penuh energi, lagu ini mampu menambah intensitas pada adegan klimaks film.
Barasuara berhasil memadukan nuansa rock progresif dengan lirik yang mendalam, sehingga menghasilkan karya yang tidak hanya cocok untuk film, tetapi juga berdiri sebagai lagu yang kuat secara musikal. Alasan mengapa soundtrack ini begitu dihargai, antara lain:
Simak Juga : Menyelami Keindahan Wisata Raja Ampat, Harta Karun Laut di Timur Indonesia
Lagu “Komang” sebenarnya sudah populer sejak 2022 karena viral di TikTok, tetapi di tahun 2025 lagu ini mendapatkan kehidupan baru melalui film berjudul sama. Lagu sederhana dengan nada lembut ini kembali meraih puncak popularitas ketika digunakan sebagai pengiring cerita cinta dalam film Komang.
Kepopuleran “Komang” membuktikan bahwa sebuah lagu bisa terus hidup dalam budaya populer ketika diberikan ruang yang tepat. Beberapa alasan yang membuatnya tetap menjadi fenomena di 2025 adalah:
Lagu “Jablai (Jarang Dibelai)” pertama kali dikenal lewat film Mendadak Dangdut (2006). Namun pada versi reboot tahun 2025, lagu ini kembali hadir dengan nuansa baru, dibawakan oleh Anya Geraldine dan Wika Salim. Kehadirannya memberikan perpaduan antara nostalgia dan kesegaran yang mampu menarik perhatian penonton masa kini.
Kombinasi ini membuat “Jablai” kembali menjadi sorotan di dunia hiburan. Faktor yang membuat lagu ini begitu ikonik antara lain:
Kehadiran lima soundtrack di atas memperlihatkan bahwa musik dan film saling melengkapi. Lagu-lagu ini tidak hanya mendukung narasi film, tetapi juga melahirkan tren baru di masyarakat. Banyak di antaranya yang akhirnya viral di media sosial, masuk tangga lagu, hingga menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.
Lebih jauh, keberhasilan soundtrack ini menunjukkan bahwa industri musik Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang melalui sinergi dengan film. Kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan karya seni, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, mulai dari konser tematik, perilisan album soundtrack, hingga kampanye digital di berbagai platform.